Setting Pada Bass

Posted: Juli 18, 2011 in Bass Effects, Guitar Bass, Music & Studio, Teori & Tips

Saya yakin kalau kita semua akan bermain bass dengan mantap dan nyaman dalam hal playbility-nya (memainkannya), apabila setting-an pada bass sudah ‘klop’ dengan tangan kita. Ini berarti bahwa dalam memetik senar, kita merasakan jari-jari kanan lancar di tiap pergerakannya, dan jari-jari kiri kita rasakan enak dan nyaman di dalam perpindahannya atau di dalam menekan senar. Disamping itu juga, sound yang kita dengar sudah pas dari bass-nya, atau enak di hal-hal lainnya juga.
Di kesempatan kali ini, hal-hal yang akan saya tulis berkisar pada setting dalam pemasangan senar, neck, tinggi rendahnya posisi senar, pick up, maju mundurnya penopang senar di bridge, pergantian fret, perpindahan dari bass passive ke active atau sebaliknya, dan beberapa tips lainnya.
Tapi sebelumnya saya ingin mengingatkan bahwa ini semua bukan satu-satunya cara men-setting bass, dalam artian hal ini tidak baku. Ini semua saya tulis, berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman sesama pemain bass.

OK, kita mulai ‘kasus’ pertama…

1. Pemasangan Senar (4,5,atau 6 string)
Ada hal-hal yang perlu di perhatikan pada saat kita memasang senar pada bass (baik senar baru maupun lama). Mungkin bila dilihat dari sisi pengaruhnya, pemasangan senar ini hanya memiliki pengaruh sedikit saja terhadap sound. Pengaruh utamanya lebih kepada ketahanan senar (awet tidaknya), dan arah getaran senar.
Sepintas mungkin terlihat memasang senar itu mudah, akan tetapi ternyata ada hal-hal yang mungkin kita lewatkan. Begini, senar bass dibuat dari logam seperti nickel, stainless steel, atau steel (baja). Dengan komposisi, pada bagian luarnya adalah senar yang melilit pada senar di dalamya (ada 2 senar). Dan memiliki tipe lilitan yang berbeda-beda pola baik bentuk ataupun bahan besinya. Dan ini yang menjadikan tiap produk punya suara masing-masing yang khas.
Misalkan saja, ada senar yang khusus untuk bass fretless (lilitannya rata/flat), ada yang khusus untuk bass akustik, ada yang khusus untuk contra bass /up right, dan untuk bass electric yang fretted (ada fret-nya). Yang untuk bass fretted saja karakter sound-nya bisa banyak pilihan.
Nah, supaya hasilnya maksimal, maka pemasangannya begini…pada saat memasang kita mulai dulu dari head bass, atau tunner ( untuk memutar senar ).Kemudian kita lilitkan senarnya (setelah senar yang tanpa ada lilitannya kita potong) kira-kira 4 atau 5 putaran/lilitan sambil ujung satunya (sebelah kanan/bridge) kita pegang terlebih dahulu.
Jadi jangan langsung di masukkan ke bridge, sementara itu ujung kanan tetap kita pegang dan sedikit di tarik sambil kita memutar tunner (winder).
Pada saat memutar senar, tangan kanan yang memegang ujung satunya jangan terlalu kencang memegangnya, biarkan cincin kecil di ujung senar kanan ikut perputaran ujung yang di tuner, tetapi senar tetap di tarik supaya tegang.
Setelah cincin kecil dekat atau berada di atas penopang senar di bridge, baru kemudian cincin kecil kita masukkan ke bridge. Dan tangan kiri yang memutar senar jangan pernah berhenti sampai senar tegang pada saat cincin kecil sudah di bridge (kalau memutar senarnya memakai alat bantu yaitu string winder lebih bagus lagi). Cara ini adalah untuk menghindari posisi senar agar tidak melintir pada saat senar sudah sepenuhnya tegang. Karena jika posisi senar melintir, ini yang sering menyebabkan senar gampang putus dan getaran senar jadi tidak teratur. Dan kalau kita amati lebih teliti, maka masing-masing senar (1, 2, 3, 4) sustain-nya jadi berbeda dengan ketajaman tone yang berbeda pula.

2. Neck
Untuk setting neck jika kunci L kita putar ke arah kiri (berlawan arah jam) maka hasilnya neck akan cembung, dan jika searah jarum jam neck akan cekung. Jika teman-teman ingin neck supaya rata (flat) sambil di setting sekali-kali kita cek dengan garisan (pinggirnya) pada fret ke 7 – 11. menentukan arah kunci L dengan cara bass kita terlentangkan, dan kita memandang dari arah bridge, untuk tahu searah atau tidak dengan jarum jam.
Setelah kita men-setting neck, jangan langsung di pasang senar, biarkan kira-kira semalaman tanpa senar. Ini dimaksudkan supaya serat-serat kayu neck terbiasa atau sudah beradaptasi dengan bentuk baru. Setelah serat-serat rapat atau padat baru kita pasangi senar, agar settingan yang telah kita lakukan tidak percuma.

3. Tinggi Rendahnya Senar
Mungkin teman-teman ada yang suka dengan posisi senar yang tinggi ataupun rendah. Untuk hal ini kita memulai dari setting neck terlebih dahulu. Setelah neck kita biarkan semalam tanpa senar dan dipasangi senar keesokannya, baru kita mulai men-setting di bridge untuk tinggi rendahnya.
Untuk tingkat paling rendah kita ukur dengan 2 tumpuk ‘credit card’ pada fret ke 7, atau sekitar 2 – 3 mm. Untuk tingi sebaiknya tangan kiri yang menentukan enak atau tidaknya.
Senar ‘ceper’ (rendah) sustain atau gaungnya otomatis jadi pendek, dan sebaliknya jika senar tinggi.

4. Pick Up
Nah, kalau yang satu ini lumayan ada pengaruhnya ke sound terutama untuk posisi tinggi rendahnya pick up, dalam artian di ukur dari jarak senar ke pick up. Jadi saya sarankan, sebelum teman-teman terburu-buru mengganti pick up karena mungkin tidak puas dengan hasil sound-nya, ada baiknya teman-teman mencoba setting terlebih dahulu.
Banyak yang berpendapat kalau pick up dekat dengan senar memang sepertinya sound terdengar jelas (tajam), akan tetapi ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Saya di beri masukkan oleh seorang teman yang kebetulan seorang sound engineering, kalau terlalu dekat, sound tajam itu ternyata sound yang rusak. Ini baru bisa diketahui pada saat recording, dimana efeknya not yang dihasilkan jadi kurang jelas dan pecah (bisa dilihat di komputer).
Yang aman adalah pick up agak jauh dari senar dan ukurannya adalah pada saat kita memetik senar, ujung jari kanan kita tidak menyentuh box dari pick up. Agar hasil putaran kita rata, kalau memutar mengunakan obeng usahakan satu putaran penuh. Misalkan kalau kita start dari arah jam 10, kita putar obeng sampai berhenti di posisi jam 10 lagi. Begitu juga dengan mur lainnya. Dan sambil setting kita cek volume tiap senar harus sama.

5. Posisi Penopang Senar (di Bridge)
Kadang-kadang kita ingin senar lebih lentur atau tegang dengan cara memaju mundurkan posisi penopang senar di bridge. Ini hati-hati!!! ….kalau salah bisa-bisa nada open string (senar tanpa di tekan) bisa fals atau berbeda dengan nada/not yang ada di fret. Misalkan E open string, bisa berbeda dengan E di fret 12 atau fret 24 (di senar 4 semua). Jadi kalau teman-teman mengutak-atik penopang senar maju mundur, harus selalu di cek setelah itu di semua senar (1, 2, 3, 4).
Sebagai contoh, pada senar 4 yaitu nada G di fret 3, sudah sama belum dengan yang di fret 15, dan semua senar. Atau untuk lebih bagusnya kita bisa cek dari nada pada senar open string, yaitu senar 1 G kita cek dengan G di fret lainnya, begitu juga dengan senar 2 D, senar 3 A, senar 4 E, dan seterusnya. Dalam hal ini kuncinya cuma satu, yaitu S-A-B-A-R.

6. Pergantian Fret
Hal ini sebenarnya hanya bersifat ketelitian. Maksud saya, setelah teman-teman ganti fret, jangan lupa untuk mengamati atau cek lagi, apakah sudah rata belum fret 1 dan seterusnya. Caranya, letakkan posisi bass dialam keadaan terlentang, lalu kita amati dari arah bridge, atau bisa juga dengan menggunakan penggaris 20 cm, lalu kita gerakkan dari ujung ke ujung di semua sisi fret.

7. Bass Passive ke Active
Bass passive tanpa battery (tidak ada EQ di bass/low, mid, hi), dan bass active sebaliknya. Bass active ada 2 macam, yatiu pick up-nya active (perlu battery) dan circuitnya passive. Atau bisa juga pick up tetap passive tapi circuitnya yang active. Kalau dua-duanya active, biasanya sound akan mendengung dan gain berlebihan (pecah), kalau teman-teman ingin mengubah dari passive ke active sebaiknya konsultasikan dulu dengan mereka yang meamng menguasai elektronik untk mengetahui apa yang mau di active-kan.
EQ di bass active, yaitu bertambahnya 1 knob atau 3 knob sebagai low, mid, hi, dan ini di pasang di body bass.
OK, baby!!! Selamat mencoba dengan sabar. IT’S ALL ABOUT BASS…!!!??

Tips ini ditulis oleh ARYA SETYADI, dan diambil dari dokumen majalah AUDIOPRO

Written by Arya Setyadi
http://www.belajarbass.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s