Pengenalan dasar Fungsi Fasilitas pada Ampli Bass

Posted: Juli 18, 2011 in Amplifier, Bass Effects, Guitar Bass, Music & Studio, Teori & Tips

Mungkin kalau teman-teman sempat memperhatikan, dibeberapa edisi Audio Pro, saya sempat membahas tentang hal-hal mendasar pada ampli bass. Nah, dikarenakan banyaknya pertanyaan tentang ampli bass dan fungsi-fungsinya, terutama dari teman-teman muda bass player, maka di tulisan kali ini saya akan kembali mengangkat topik seputar ampli bass.

Baiklah, sebelum kita mulai ada baiknya kalau saya merincikan fasilitas-fasilitas yang umum terdapat pada ampli. Seperti yang telah kita ketahui, urutan fasilitas yang umum terdapat pada ampli terdiri dari :

Pertama, dari arah kiri yaitu input (jack dari bass ke input), kemudian EQ atau equalizer (bass, middle, treble atau bass, mid low, middle, treble, mid hi). Adapun pengertian dari bass dan low sama saja, demikian juga dengan pengertian treble dan Hi yang juga sama saja. Sedangkan untuk middle, bila ditambah, suara jadi lebih ke depan, dan kalau dikurangi, suara jadi seperti di belakang.

Setelah EQ, kita terus mengarah ke kanan, dimana biasanya ada beberapa tambahan dimana masing-masing ampli bass berbeda-beda. Misalkan saja setelah EQ ada yang mempunyai efek send-return, dimana fungsinya kalau kita menggunakan efek dalam bermain bass urutannya, dari EQ keluar lewat send terus ke efek dan dari efek melalui output-nya masuk ke ampli lagi melalui return. Jadi yang akan kita dengarkan adalah suara gabungan antara suara ampli yang di ‘warnai’ efek. Akan tetapi bila kita pergunakan cara lain, dimana dari bass gitar masuk ke efek dan dari efek ke return maka yang kita dengarkan adalah suara dari efek saja. Dengan kata lain, ampli tersebut hanya kita pinjam power-nya saja, sedangkan EQ yang ada di ampli tidak berfungsi begitu juga dengan GAIN yang terdapat di ampli, juga tidak berfungsi.

Untuk teman-teman yang tidak menyukai atau tidak puas dengan fasilitas yang terdapat di ampli termasuk hasil sound-nya, mungkin bisa menambahkan efek. Hanya saja kita harus meminjam power ampli tersebut agar volume efek yang dihasilkan bisa keras. Dan kita bisa mengutak-atik sound dari efek saja.

Setelah send return biasanya terdapat master volume, yang berfungsi untuk membesarkan dan mengecilkan volume yang keluar dari ampli untuk kita dengarkan. Oh ya, saya hampir lupa, di sebelah paling kiri setelah input terdapat GAIN, yang berfungsi untuk membesarkan dan mengecilkan volume bass yang masuk ke ampli ( kadar suara bass yang masuk ke ampli).
Jadi penggambaran saya tentang GAIN dan master volume seperti keran air. Jika suara itu air, maka fungsi GAIN adalah mengatur derasnya air yang masuk ke ampli, kemudian di olah dengan Equalizer. Setelah itu lewat master volume, air yang diolah tadi dikeluarkan lagi, mau seberapa banyak/derasnya air keluar dari ampli, dimana keran airnya adalah master volume. Kira-kira seperti itulah penggambarannya.

Kita kembali sedikit di bagian EQ, dimana ada beberapa ampli bass di bagian EQ terdapat ‘Aural Enhancer’ yang fungsinya menaikkan frekuensi bass gitar sebelum ke EQ. Atau terdapat juga ‘presence’ yang letaknya berdekatan dengan Hi/Treble, dimana berfungsi menaikkan frekuensi Hi/Treble (bukan untuk low/bass). Jadi dengan kata lain, ‘Presence’ adalah booster khusus untuk Hi/Treble.

Ada juga sebelum EQ terdapat tombol GND LFT, fungsinya kalau posisi on (hidup) tombol ini mengurangi suara mendengung ampli yang biasanya ditimbulkan oleh masalah listrik. Kadang ada juga tombol ‘mute’ yang fungsinya untuk mematikan GAIN atau suara bass jika kita mau mencabut jack yang ada dibass, biar tidak terjadi suara keras seperti petir. Dimana kalau itu sering terjadi, bisa mengurangi kualitas dari speaker ampli.

Ada sedikit bagi-bagi pengalaman buat teman-teman yaitu misalkan pada sound check atau latihan di studio tiba-tiba ampli mati akan tetapi tidak ada yang aneh pada kabel power atau listrik, coba cek di sekeringnya. Hal ini biasanya suka terlewat bila kita panik, maksudnya disini agar kita tidak terburu-buru memasukkan ampli ke tempat servis.

Dan ada satu tips lagi mengenai jack gitar bass. Jika kita menancapkan jack ke ampli sebaiknya arah jack searah dengan tulisan yang terdapat pada jack. Maksudnya, jika kita membaca tulisannya dari arah kiri ke kanan, maka arah kanan ini menuju ke ampli. Pengaruh dari proses ini sudah terbukti, yaitu suara bass yang masuk ke ampli jadi lebih maksimal.

OK, teman-teman, sekian dulu bahasan kali ini, semoga bisa menjadi masukkan untuk teman-teman muda bass player.
Selamat bermain bass dan bersenang-senang …

Written by Arya Setyadi
http://www.belajarbass.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s