Memilih Ampli Bass

Posted: Juli 18, 2011 in Amplifier, Bass Effects, Guitar Bass, Music & Studio, Teori & Tips

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan seputar memilih ampli, misalkan ampli seperti apa yang murah dan bagus?(azas ekonomi), jenis ampli apa yang cocok dengan musik ini/itu? Apakah ampli mahal soundnya pasti bagus? Kalau kita mainnya masih biasa-biasa saja, apa perlu pakai ampli yang bagus ‘banget’? dan banyak pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan amplifier. Hal ini wajar menurut saya, karena pertanyaan ini tidak hanya diajukan oleh mereka yang baru mulai belajar bass, namun juga masih menjadi bahan pembicaraan dikalangan musisi yang sudah senior.

Untuk saya sendiri ada beberapa pertimbangan dalam memilih ampli (saya urut sesuai kepentingannya), yaitu :

1. Budget

Berapa banyak uang / dana yang kita punyai. Ini awal dari semua rencana kita dalam membeli barang. Benar-benar harus dipikirkan dengan matang, terutama untuk kita memiliki dana terbatas. Teliti benar barang yang akan kita beli, sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kita, jangan dipaksakan. Begitu pula dengan mereka yang memiliki kelebihan dana, jangan hanya karena mahal kita lantas membeli ampli tersebut sementara sound dan karakter ampli tersebut tidak kita perhatikan. Perlu diketahui bahwa ampli mahal tidak menjamin kita suka dengan soundnya..OK!?

2. Digunakan dimana?

Sebelum membeli ampli kita harus tahu akan digunakan dimana ampli ini, apakah hanya di kamar saja? Di studio? Recording? Atau untuk panggung. Disini sebenarnya tidak ada patokan yang baku, namun saya menyarankan kepada mereka yang mencari ampli untuk kebutuhan panggung, sebaiknya mereka memilih ampli dengan watt diatas 65 watt. Ini dimaksudkan agar kita lebih mudah mendapatkan power dari sound ampli tersebut, dan tidak memaksakan volume yang bisa mengakibatkan speaker menjadi sember (lama-kelamaan).

3. Mencoba sound

Saat mencoba ampli kita gunakan bass kita sendiri, dengan demikian sound yang dihasilkannya akan murni dari bass yang memang kita gunakan. Jangan mencoba ampli yang kita inginkan dengan bass yang berbeda dari bass milik kita, ini bisa membuat kita ‘tertipu’ dengan sound yang dihasilkannya.
Untuk settingannya, setting awal semua knob EQ arah jam 12, coba selama mungkin (antara 5 – 10 menit) dengan settingan bass yang biasa kita mainkan. Kemudian kita otak-atik EQ atau fasilitas lain yang terdapat pada ampli tersebut untuk mencari sound sesuai dengan yang kita inginkan (settingan bass jangan diubah), kita coba bermain dengan menggunakan teknik bermain bass, yaitu fingering, slap, tap, atau dengan menggunakan pick.

4. Amplifier type combo atau head cabinet

Pilih combo atau cabinet? Jawabannya “terserah”, karena keduanya saat ini sudah sebanding. Memang bila kita melihat dari segi ‘performance’ head cabinet terlihat lebih professional, tinggal suka tidaknya kita akan sound yang dihasilkan. Untuk combo sendiri, saat ini banyak combo dengan sound dan power yang ‘gila-gilaan’ tinggal selera kita sesuai dengan yang mana.

5. Watt yang diinginkan

Ini berhubungan dengan tempat dimana kita akan menggunakan ampli tsb (penjelasan no.2). Untuk mereka yang biasa “manggung” sebaiknya memilih ampli dengan watt besar, karena menurut saya dengan watt yang besar saya merasa lebih puas dan lega (dalam artian powernya) di atas panggung, juga ‘feel’ yang saya rasakan lebih sesuai untuk panggung.
Untuk pemilihan amplinya sendiri antara transistor atau tabung lebih ke selera masing-masing akan karakter soundnya.

6. Mobilitas ampli

Sering tidaknya ampli tersebut kita bawa-bawa baik hanya untuk keperluan studio (latihan atau recording) ataupun panggung, mungkin ikut mempengaruhi pertimbangan kita dalam memilih ampli. Bila mobilitas ampli tersebut rendah, pilihan kita untuk memilih ampli menjadi lebih luas karena kita tidak usah repot-repot mempertimbang resiko kerusakan saat ampli tersebut ‘mondar-mandir’ atau segi praktis dari ampli yang kita inginkan. Tapi bila mobilitas ampli kita cukup tinggi, ada baiknya kita mempertimbangkan faktor resiko ‘mondar-mandir’ dan segi-segi kepraktisan dari ampli tersebut (misalnya memilih ampli yang sudah memiliki roda untuk memudahkan kita dalam memindahkannya, lebih memilih ampli dengan ukuran ‘mungil’ tanpa mengenyampingkan power sebagai pertimbangan bila kita harus mengangkut ampli itu sendirian, atau lebih memilih ampli transistor dibandingkan ampli tabung yang memiliki faktor resiko yang cukup tinggi, dsb). Tapi tentu saja kita tidak boleh ‘mengorbankan’ karakter sound kita.

7. Spare part (suku cadang) dan servis

Hal ini sering kali lewat dari pertimbangan kita, padahal masalah ini tidak kalah penting dibandingkan dengan masalah lainnya. Mudah tidaknya kita dalam mencari spare part maupun tenaga servis yang berpengalaman, menjadi hal wajib bila suatu saat nanti ampli kita mengalami kerusakan baik besar maupun kecil (dimana kita dapat menemukan toko yang menjual spare part pengganti? dimana kita bisa men-servis ampli tsb dengan tenaga servis yang baik?). Kasus seperti ini sering dijumpai, terutama untuk produk-produk tertentu dimana masih banyak ‘tukang servis’ yang masih belum menguasai teknologi dari alat tsb, dan sayangnya lagi kebanyakan produk tersebut justru produk-produk mahal yang terkenal di manca negara. Dengan adanya pertimbangan hal tsb, kita bisa lihat bahwa ampli mahal, terkenal, dan berteknologi tinggi bukan jaminan kita bisa menarik nafas lega.

Hal – hal di atas adalah pertimbangan-pertimbangan yang sering saya gunakan jika saya ingin membeli alat musik (tidak hanya ampli), mungkin masih banyak pertimbangan lain yang teman-teman miliki. Namun dari semua hal tersebut, ada hal yang ingin saya tekankan ke teman-teman yaitu minimal kita harus mengerti semua fungsi (kegunaan) knob yang terdapat pada ampli yang kita inginkan. Dengan kita mengerti kegunaan knob (fasilitas) yang terdapat pada ampli ybs, kita tidak perlu ‘meraba’ ataupun mengira-ngira settingan sound ampli tsb, dengan begitu kita bisa tahu hasil sound-nya serta kemampuan ampli tsb secara maksimal.
Rekomendasi dari rekan sesama musisi mungkin bisa juga dijadikan referensi untuk pertimbangan kita mencari ampli dan sound yang sesuai, meskipun pada akhirnya kita juga yang menentukan ampli apa yang akan kita pilih.

Sering juga terjadi dimana kita tidak bisa mendapatkan ampli sesuai dengan yang kita inginkan, baik soundnya, power, dan hal lainnya. Disini gunanya kita mengetahui semua fungsi yang terdapat pada ampli, karena banyak rekan-rekan saya yang suka ‘meng-obok-obok’ amplinya untuk memperoleh sound yang mereka mau. Misalkan saja ampli 100 watt diganti dengan speaker 100 watt tetapi dengan merk dan karakter yang berbeda, atau watt-nya diganti dengan yang sedikit diatas 100, ada juga yang mengganti potensionya dengan produk yang lebih berkualitas.
Namun ada juga yang bereksperimen mengganti speaker 15” (combo) dengan 2 x 12”, yang ini tentu saja ada perubahan dalam pembagian ohm dan beberapa komponen dalamnya. Ini sering mereka lakukan untuk eksplorasi sound bass, mungkin bila di instrument bass itu sendiri seperti mengganti pick up, merubah active/passive, fretted/fretless, dll. Semua hal ini boleh saja, tapi dengan syarat bahwa pengetahuan kita tentang alat itu sendiri cukup bagus, sebab jangan sampai kita hanya sekedar mencoba tanpa memiliki pengetahuan yang cukup tentang alat yang ingin kita ‘obok-obok’.
Untuk memiliki pengetahuan yang cukup bagus tentang alat-alat tersebut, selain pengetahuan kita sendiri melalui manual book (buku panduan, katalog), majalah-majalah musik ataupun rekomendasi teman, ada baiknya kita sering menghadiri pameran alat musik, workshop, klinik musik, ataupun seminar mengenai alat musik. Ini bisa menambah pengetahuan kita di dalam mengenali suatu produk, atau membuat perbandingan karakter sound antara satu ampli dengan lainnya. Dengan begini kita tidak akan tertinggal dalam hal teknologi, terlebih teknologi selalu berkembang sehingga jangan sampai kita menjadi ‘gaptek’ dan mudah diperdaya oleh iklan-iklan produk yang tidak sedikit.
Dari gambaran diatas, secara garis besar saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk lebih mengenal dan lebih apresiatif terhadap alat-alat yang kita gunakan di dalam industri musik di Indonesia. Saling memberikan informasi tentang produk, teknologi, dan hal terkait lainnya, menurut saya akan sangat membantu perkembangan musik (di Indonesia) itu sendiri, dimana hasilnya akan bisa dirasakan semua pihak yang bergerak di bidang ini.

Saya yakin teman-teman pasti juga mengetahui dan memiliki pertimbangan sendiri yang mungkin bisa diinformasikan ke rekan lainnya di luar informasi yang saya sampaikan sebelumnya. OK, sama-sama kita pertajam kemajuan musik di Indonesia!!!

Written by Arya Setyadi
http://www.belajarbass.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s