Belajar Gitar – Pengantar

Posted: Februari 21, 2011 in Guitar Accoustic, Guitar Accoustic Electrics, Guitar Electrics, Guitar Lesson

Hal yang sangat penting yang harus Anda ketahui sebelum memulai mempelajari suatu jenis alat musik adalah mempelajari teori musik. Apapun jenis alat musik yang akan Anda pelajari, teori musik mutlak dikuasai. Tidak hanya untuk gitar, fokus utama pembahasan kita, hal ini juga berlaku untuk jenis alat musik lainnya seperti : bass, biola, dan piano, bahkan untuk alat musik tanpa nada (perkusi) seperti drum. Bahkan untuk segala jenis aliran musik (pop, classic, rock, metal, jazz, blues dan lain-lain) yang akan Anda geluti, teori musik adalah hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Sebagian orang berpendapat bahwa tanpa teori musik pun, kita bisa memainkan dan menciptakan sebuah karya yang belum tentu lebih buruk dari karya seseorang yang berlatar belakang pendidikan musik. Sebagai contoh, lagu-lagu hasil karya John Lenon, yang notabene buta teori musik, terbukti lebih abadi jika dibandingkan dengan lagu-lagu hasil karya Paul McCartney. Untuk kasus di atas, memang hal tersebut dapat dibenarkan. Namun, hasil karya sekelas itu tidak akan mungkin tercipta tanpa adanya musikalitas yang tinggi, yang mungkin merupakan anugerah Tuhan yang hanya diberikan pada segelintir orang saja.

Mempelajari teori musik merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan musikalitas kita. Menurut pengalaman penulis, teori musik akan membantu seseorang dalam bermusik, misalnya : mempermudah mengulik kord dan melodi sebuah lagu, menciptakan suatu lagu sesuai dengan aliran musik yang dipilih seperti blues atau yang lainnya, menulis dan membaca partitur (not balok) dan tablatur (notasi musik yang umumnya digunakan untuk alat musik berdawai), mempermudah improvisasi, melatih “feeling” dan indra pendengaran, meningkatkan kreativitas, menyeimbangkan otak kiri dengan otak kanan dan lain-lain. Bahkan, ada orang yang mengatakan bahwa manusia terbaik di dunia ini adalah seorang seniman, salah satu di antaranya adalah musisi (tentunya musisi yang “sebenarnya”). Sebab dalam melakukan suatu pekerjaan, seorang musisi akan menggunakan kecerdasan (otak), fisik (syaraf motorik jari, tangan dan kaki) dan perasaannya (Emotional Quotient (EQ)) untuk mencapai hasil yang sempurna. Oleh sebab itu, biasanya seorang musisi adalah seorang yang perfeksionis.

Ari_Maulana

http://klikbelajar.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s